JANGANLAH TAKUT MELANGKAH MENJADI WIRAUSAHA

Oleh : Ir. Sri Hariyani, M.Si.

Perencana Madya Bappeda Kabupaten Temanggung

  

        I.            PENDAHULUAN

Membangun jiwa kewirausahaan harus dimulai dari adanya kesadaran bahwa jiwa kewirausahaan dapat ditumbuhkan melalui berbagai cara dan strategi. Wirausaha bukan semata-mata masalah bakat (meskipun bakat tetap merupakan faktor penting), tetapi juga sebuah motivasi, perjuangan dan keinginan yang kuat untuk mewujudkannya.

Berwirausaha memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun harus siap menjalani berbagai tantangan. Tidak sedikit orang yang berhenti menjadi wirausahawan dan lebih suka melamar pada sebuah perusahaan untuk bekerja menjadi karyawan dengan gaji yang aman dan rutin setiap bulan, karena mental yang lemah dalam menghadapi tantangan ini.

Berbagai tantangan harus siap kita hadapi. Misalnya, penghasilan yang tidak tetap dan kecil, sementara kebutuhan hidup tanpa ampun menyerang dari segenap penjuru. Kitapun dihantui rasa tidak aman dalam berwirausaha. Juga godaan untuk tidak berkomitmen dalam berwirausaha. Itu semua hanyalah godaan. Di sisi lain, masyarakat Indonesia kurang mampu dalam berinovasi dan berkreativitas menjadi salah satu penyebab banyaknya usaha yang bangkrut, padahal modal sudah tersedia.

Berwirausaha memang tak cukup hanya bermodalkan rasa ingin belaka. Berwirausaha harus merupakan pilihan, lalu menetapkan langkah pasti dan teguh dalam menjalaninya. Idealnya, komitmen dan konsistensi itu harus terus dijaga apapun ujiannya, apapun godaannya, dan apapun hasilnya. Apalagi tingkat persaingan usaha dan perilaku pasar semakin dinamis. Wirausahawan tidak boleh takut untuk melangkah, harus memiliki keyakinan, cita-cita untuk menjadi besar diawali dengan langkah-langkah kecil.

 

      II.            MOTIVASI MEMBANGUN JIWA WIRAUSAHA

Salah satu sebab lemahnya jiwa wirausaha di Indonesia adalah cara pandang yang keliru tentang dunia wirausaha. Banyak yang beranggapan, berwirausaha memerlukan modal besar, pendapatan tidak pasti tiap bulannya, waktu kerja yang lebih lama dari jam kantoran, hingga kurangnya pengalaman dalam berwirausaha, menjadi sebuah batu sandungan bagi seseorang untuk membuka usaha secara mandiri.

Hal-hal yang sifatnya paradigma tersebut perlahan mengikis keinginan setiap orang untuk berwiraswasta. Kebanyakan masyarakat Indonesia cari aman dengan menggantungkan hidupnyaa pada sebuah perusahaan tertentu. Mereka tidak perlu mengeluarkan modal untuk biaya operasional kantor. Jika perusahaan kolaps, mereka tidak menanggung beban begitu berat, baik secara mental maupun materi.

Begitulah alasan-alasan yang mendasar dan menjadi penyebab mengapa sampai sekarang, berwirausaha atau berwiraswasta tidak dijadikan pilihan utama. Sebuah alasan yang memang bisa diterima oleh akal sehat. Tapi apakah tidak lebih menyenangkan jik Anda keluar dari zona nyaman dan berhasil menaklukkannya.

Keberanian dan keyakinan adalah modal utama yang harus dimiliki oleh mereka yang akan terjun di bidang ini. Jika tidak, mereka tidak akan siap menghadapi segala bentuk benturan yang akan menghalangi. Jika itu terjadi, benturan tersebut berisiko untuk mengaramkan usahanya.

Wirausaha adalah salah satu jenis aktivitas yang kini sedang menjadi primadona di masyarakat. Hal ini terkait dengan kondisi yang terjadi di tengah lingkungan, sehingga mengubah paradigma yang sebelumnya terbangun. Sebelum tahun 2000, banyak masyarakat yang beranggapan bahwa usai menempuh jenjang pendidikan, maka jalan yang harus dipilih adalah dengan bekerja atau mencari pekerjaan.

Namun, seiring perkembangan sektor ekonomi yang lesu di tengah krisis yang melanda dunia, hal ini berdampak pada makin minimnya lapangan pekerjaan yang tersedia. Angka pengangguran pun semakin meningkat, dan harga kebutuhan pokok pun semakin meningkat. Selain itu, semakin banyak seminar yang diselanggarakan untuk membangkitkan jiwa bisnis telah juga memegang andil semakin banyak orang yang berani membuka usaha baru dan berusaha sekuat tenaga memajukan usahanya. Jatuh bangun dengan segala tantangannya tidak dirasakan sebagai sesuatu yang harus dipusingkan karena memang begitulah dunia usaha. Kadang onak dan duri itu malah membuat jiwa semakin bergejolak untuk menahlukkan semua rintangan dan menjadikannya sebagai sebuah peluang.

 

    III.            WIRAUSAHA PELUANG PENGHIDUPAN BARU

Wirausaha telah menjadi salah satu peluang yang tidak baru sebenarnya untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Segala krisis yang melanda telah membuat banyak orang secara terpaksa harus membuka usaha sendiri. Hal itu diperparah dengan makin banyaknya perusahaan yang memberlakukan kebijakan rasionalisasi perusahaan. Salah satunya dengan mengurangi jumlah karyawan melalui program pensiun dini. Hal ini terjadi baik pada perusahaan daerah, nasional maupun multinasional. Mengingat, dampak krisis ekonomi yang terjadi secara merata memiliki efek domino yang menyerang segala sektor.

Di sisi lain, manisnya prospek yang dijanjikan para pelaku bisnis menjadikan banyak orang mulai mengubah pandangan. Semula, wirausaha hanya dianggap sebagai kegiatan ekonomi kelas pinggiran. Namun, dengan bukti bahwa keuntungan yang bisa didapatkan dari aktivitas ini demikian menjanjikan, akhirnya sektor ekonomi ini mulai banyak diminati masyarakat. Mulailah orang mencoba peruntungannya di bidang satu ini. Mereka yakin akan berkembang dan mereka yakin akan untung, oleh karena itu mereka semangat melakukannya. Berbagai bidang usaha menggeliat dan sektor ekonomi bergerak lagi.

Kesadaran untuk memilih sektor wirausaha sebagai pegangan hidup pun semakin meningkat. Bahkan, dunia pendidikan pun mulai mengenalkan dunia bisnis atau dunia usaha ini kepada peserta didik sejak usia dini. Hal ini sudah bisa terlihat dampaknya pada saat ini. Dimana mulai banyak ditemukan pengusaha muda yang sudah berani terjun ke dunia bisnis sejak masih duduk di bangku sekolah. Bahkan anak usia sekolah dasar telah berani untuk memulai bisnis dengan modal yang sangat minim. Semua itu dilakukan untuk dapat merasakan bagaimana menajdi seorang pengusaha. Untung rugi dan pencatatan yang baik serta memulai lobi dan bernegosiasi adalah beberapa hal yang memang tak bisa hanya dipahami lewat teori. Semua itu harus dirasakan agar kelak mampu menanggung resiko yang lebih besar dan membuka lapangan kerja yang lebih banyak dengan keuntungan yang lebih tinggi juga.

 

    IV.            LANGKAH MENJADI SEORANG PENGUSAHA SUKSES

Banyak orang berniat dan berminat menjadi pengusaha namun hanya sedikit yang sukses mewujudkannya. Dalam hal ini, modal utama yang harus dimiliki adalah kemauan. Pepatah yang mengatakan ‘Dimana ada kemauan disitu ada jalan’ memang selalu benar adanya. Namun kemauan itu perlu didukung faktor lain yang akan menunjang sebuah kesuksesan.

Maka, jika Anda ingin menjadi pengusaha, telusurilah jalan untuk menjadi pengusaha yang terbaik. Berikut langkah menjadi sosok entrepreneur yang berhasil:

1.        Mulailah dari mimpi dan imajinasi

Sebelum manusia bisa sampai di bulan, tak pernah ada yang berpikir bahwa itu adalah sebuah kenyataan. Ide mendarat di bulan pada awalnya adalah sebuah mimpi indah yang tak akan pernah terwujud. Namun seseorang telah membuktikannya bahwa mimpi itu bisa diwujudkan. Ingat, semua bermula dari sebuah mimpi plus keyakinan. Jika Anda berniat memasarkan sebuah produk, jangan cuma niat terus, yakinlah akan produk yang akan Anda tawarkan. Hanya seorang pemimpi yang mampu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk, cara pelayanan, jasa, ataupun ide lah yang bisa sukses. Mereka tidak mengenal batas dan kerterikatan, tak mengenal kata ‘tidak bisa’ ataupun ‘tidak mungkin’.

2.        Mencintai produk atau servis yang ditawarkan

Kecintaan akan produk akan memberikan sebuah keyakinan kepada pelanggan Anda dan membuat kerja keras terasa ringan. Ini membuat Anda mampu melewati masa-masa sulit. Setiap awal usaha selalu banyak halangan ataupun kesulitan yang bertubi tubi, kecintaan akan produk Anda akan membuat Anda bekerja keras dengan senang hati.

3.        Antusiasme dan keuletan

Antusiasme dan keuletan sebagai pertanda cinta dan keyakinan Anda akan menjadi tulang punggung keberhasilan sebuah usaha yang baru. Sikap malas dan ogah-ogahan hanya akan membuat Anda tertinggal.

4.         Pelajari dasar-dasar bisnis

Pengetahuan adalah kunci keberhasilan. Tidak akan ada sukses tanpa sebuah pengetahuan. Dasar bisnis yang baik adalah belajar sambil bekerja. Bekerja dengan orang lain dulu sebelum Anda menjadi pebisnis akan membantu Anda menyerap pengalaman dan siap untuk sukses. Anda juga bisa mencari guru yang baik untuk perkembangan Anda.

5.         Berani mengambil resiko

Ini adalah kunci awal dalam dunia wirausaha, karena hasil yang mungkin dicapai akan proporsional terhadap resiko yang diambil. Sebuah resiko yang diperhitungkan dengan baik akan lebih banyak memberikan kemungkinan berhasil.

6.         Mencari masukan dan nasehat tanpa mengabaikan kata hati

Entrepreneur selalu mencari nasehat, saran dan kritik dari berbagai pihak tapi keputusan akhir selalu ada ditangannya dan dapat diputuskan dengan ‘indera ke enamnya’.

7.         Lakukan komunikasi dengan baik

Pada fase awal sebuah usaha, kepiawaian menjual merupakan kunci sukses. Dan kemampuan untuk memahami dan menguasai hubungan dengan pelanggan akan membantu mengembangkan usaha pada fase itu.

8.        Kerja keras

Entrepreneur sejati tidak pernah lepas dari kerja keras. Pada saat tidurpun otaknya bekerja dan berpikir akan peluang bisnis yang baik. Dalam keseharian, mereka tak kenal lelah dan putus asa.

9.        Menjalin relasi

Tak ada seorang pebisnis pun yang mampu berjalan sendiri. Peran teman, rekan, mitra, dan klien sangat mempengaruhi perkembangan suatu bisnis. Merekalah yang akan memberi masukan, kritik, dan membantu di masa-masa sulit. Maka seorang pebisnis dituntut pandai bergaul untuk menjalin relasi bisnis seluas-luasnya.

10.    Berani menghadapi kegagalan

Kegagalan merupakan awal dari keberhasilan dan menguatkan intuisi serta kemampuan Anda dalam berwirausaha, selama kegagalan itu tidaklah ‘mematikan’. Setiap usaha selalu mempunyai resiko kegagalan dan bilamana sampai itu terjadi, bersiaplah dan kuatkan diri untuk bangkit lagi!

Satu hal lagi yang tak boleh Anda lupakan yaitu, jangan mengulur-ulur waktu. Jika Anda telah siap, lakukanlah sekarang juga! Semakin lama Anda menunda maka Anda akan semakin banyak kehilangan peluang dan kesempatan untuk sukses. Gali terus kemampuan positive dalam diri anda secara maksimal dan berfikir positive maka anda akan menjadi seorang pengusaha yang handal dan sukses.