BAPPEDA KABUPATEN TEMANGGUNG

BAPPEDA Kabupaten Temanggung
Satu Perencanaan Untuk Semua
Tentrem Marem Gandem
One Plan For All
ETIKA PERENCANAAN

ETIKA PERENCANAAN

PERENCANAAN Jumat , 05 Agustus 2016

Etika perencanaan, seuntai kalimat sederhana dan jelas maknanya namun sebagian dari kita sering lupa dalam menerapkannya. Seuntai kalimat yang pendek namun mengandung makna yang dalam. Sejumlah orang, terutama ahli perencanaan dan orang-orang yang tiap harinya bergelut dengan perencanaan pasti tidak asing dengan kalimat tersebut. Bila diuraikan tentang makna, arti dan tujuan dari etika perencanaan sebagian orang pasti akan mengangguk tanda setuju. Namun realita di lapangan, dalam proses perencanaan kadang etika perencanaan belum sepenuhnya dilaksanakan oleh sebagian orang.

Banyak faktor yang melatarbelakangi kenapa hal tersebut terjadi, bisa jadi karena jadwal yang begitu rigit dan sangat padat, atau karena banyaknya pekerjaan yang harus dilaksanakan, dikejar deadline selesainya pekerjaaan yang harus tepat waktu, karakter pelaku, tekanan/pengaruh pihak luar ataupun hal-hal lain. Dari sisi pemahaman semua memahami pentingnya etika perencanaan dan mengerti bahwa etika perencanaan harus diterapkan, namun karena beberapa faktor tersebut bisa jadi beberapa orang ada yang lalai atau lupa menerapkannya. Jika pada saat pelaksanaan pembangunan ditemukan suatu masalah dan setelah diteropong ulang atau dievaluasi bagaimana proses perencanaannya barulah terbukti bahwa ada beberapa etika perencanaan yang tidak dilaksanakan. Faktor penyebab bisa dari dalam (internal) dan dari luar (ekternal). Etika sangat mempengaruhi proses dan hasil perencanaan.

Etika, yaitu sistem asas moral yang menjadi kaidah perilaku. Menilai sesuatu baik atau buruk, benar atau salah, tergantung pada nilai-nilai yang orang akui (Hartel, 1994). Etika dalam perencanaan dapat diartikan sebagai batasan-batasan sistem dan tata nilai minimum dalam ruang, waktu dan kondisi tertentu yang dipersyaratkan untuk menjamin keberlangsungan proses perencanaan guna mencapai tujuan. Elemen etika perencanaan meliputi komunikatif, transparansi, interaksi sosial, kejujuran, kebebasan, psikologi massa, heterogen, integritas, dan persepsi. Etika perencanaan yang dilaksanakan secara professional pasti memperhatikan etika hati yang didasarkan pada niat baik, etika pikir yang didasarkan pada daya pikir dan etika sistem yang mengacu pada sistem/ketentuan hukum yang berlaku.

Pada hakekatnya, etika perencanaan sangat diperlukan oleh setiap perencana sebagai pengendali sikap/perilaku pihak yang terlibat dalam perencanaan (stakeholders) dan mengikatnya agar bertanggung jawab pada publik. Dalam memahami suatu kebijakan pembangunan dan tepat tidaknya memutuskan suatu kebijakan dalam proses pembangunan yang akan dilaksanakan dibutuhkan nalar yang dapat menilai sesuatu itu baik atau buruk, benar atau salah. Untuk mengembangkan nalar itu diperlukan satu pedoman asas-moral, yaitu Etika. Dengan demikian keberlanjutan pembangunan pasti akan terwujud.

Namun apabila mendalami betapa kompleksnya masalah yang terjadi dan banyak pihak yang terkait ataupun berkepentingan dalam proses perencanaan bisa jadi penerapan etika perencanaan akan menemui beberapa kendala dan dibutuhkan orang-orang yang tidak hanya kuat dalam memegang prinsip namun juga harus cerdas dan karakter pribadinya baik. Etika perencanaan tidak hanya menjadi tugas seorang perencana namun juga harus dilaksanakan oleh pihak-pihak lain yang terlibat, baik pelaku maupun penerima manfaat. Perencanaan adalah sebuah proses dan proses tersebut tidak mungkin berdiri sendiri, dalam arti pasti melibatkan pihak lain. Sebagai aparatur negara yang melayani masyarakat dan sebagai bagian dari masyarakat mari kita terapkan etika perencanaan dalam setiap hal yang kita kerjakan, baik perencanaan dalam tugas keseharian sesuai tugas pokok fungsi kita, perencanaan dalam keluarga kita, perencanaan lingkungan kita, dan jangan lupa perencanaan diri pribadi kita. Semua dimulai dari diri sendiri, sehingga bila dalam merencanakan sesuatu untuk diri pribadi kita memakai etika perencanaan otomatis prinsip-prinsip etika perencanaan akan terbawa dalam keseharian kita dalam dimensi yang lain (dimensi kerja, dimensi keluarga, dimensi lingkungan) sehingga apapun yang kita rencanakan akan bermanfaat dan berbuah baik serta berkelanjutan. Salam sukses untuk semua perencana (IND).

Agenda Bappeda