BAPPEDA KABUPATEN TEMANGGUNG

BAPPEDA Kabupaten Temanggung
Satu Perencanaan Untuk Semua
Tentrem Marem Gandem
One Plan For All

Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja di Kabupaten Temanggung

KAJIAN / ANALISIS Rabu , 27 Desember 2017
Pada saat ini Kabupaten Temanggung belum memiliki Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT), namun Detail Engineering Design (DED) untuk IPLT dan lahannya yang menyatu dengan TPA Sanggrahan sudah ada. Saat ini masyarakat Kabupaten Temanggung apabila membuang limbah tinja dari septic tank masih menggunakan jasa dari Kota Magelang. 
Pemerintah Kabupaten Temanggung telah membangun jamban umum (MCK Umum) untuk digunakan secara komunal. Jamban umum ini terdapat pada area pasar dan permukiman masyarakat berpenghasilan rendah (tukang becak dll). Untuk area permukiman, golongan masyarakat yang berpenghasilan menengah ke atas telah memiliki jamban secara individu. Untuk masyarakat golongan menengah ke bawah ada yang belum memiliki jamban secara individu. Selain limbah  rumah  tangga atau limbah domestik yang telah disebutkan di atas, prasarana air limbah yang ada adalah penanganan untuk mengatasi limbah industri (limbah tahu di Kelurahan Temanggung I). Prasarana pengolahan air limbah yang dibangun oleh Pemerintah merupakan suatu bentuk bantuan Pemerintah untuk mengatasi limbah yang dikeluarkan oleh industri kecil. Hasil dari pengolahan limbah ini menghasilkan gas yang dimanfaatkan oleh warga masyarakat sekitar.
Rencana pengembangan prasarana air limbah di Kabupaten Temanggung, meliputi:
  • Peningkatan prasarana pengolahan limbah di kawasan industri; 
  • Peningkatan prasarana pengolahan limbah domestik rumah tangga (grey water) secara skala kawasan dengan metode IPAL Komunal berbasis masyarakat di permukiman perkotaan dan kawasan padat penduduk; dan 
  • Pengelolaan limbah tinja dengan caraseptic tank individu atau pengumpulan limbah tinja secara septic tank komunal skala kawasan berikutnya dikelola di IPLT.
Berikut ini data IPAL Komunal di Kabupaten Temanggung:
1. Kelurahan Brojolan Kecamatan Temanggung I
  • IPAL KSM Tirta Guna
IPAL Kelurahan Brojolan yang dikelola KSM Tirta Guna dibangun pada tahun 2008 dan mulai beroperasi pada tahun 2009. Lokasi IPAL yaitu di Jalan Rama 131 RT. 06/ RW. I Brojolan Barat Temanggung I. Jumlah pelanggan IPAL sampai saat ini sebanyak 35 KK. IPAL Desa Brojolan juga dilengkapi dengan Biodigester. Pengembangan IPAL Brojolan yang direncanakan pengelola berupa pembangunan green house di atas biodigester. 
  • IPAL KSM Tirta Asri
KSM Tirta Asri mengelola IPAL di Kelurahan Brojolan yang dibangun pada tahun 2013. Lokasi IPAL di Jalan Rama RT. 02/ RW. I Brojolan Barat, dengan koordinat 07°18'36.3" LS dan 110°10'43.2" BT dengan jumlah pelanggan IPAL sebanyak 110 KK.

2. Kelurahan Purworejo Kecamatan Temanggung 
  • IPAL KSM Manunggal
KSM Manunggal mengelola IPAL di Kelurahan Pruworejo yang dibangun pada tahun 2010. Lokasi IPAL terletak di Lingkungan Brongkol RT.04/ RW.03 Kelurahan Purworejo Temanggung dengan koordinat 07°19'45,5" LS dan 110°10'29,7" BT. Jumlah pelanggan IPAL sebanyak 50 KK. 

  • IPAL KSM Sekeco
KSM Sekeco mengelola IPAL di Kelurahan Purworejo yang dibangun pada tahun 2013 dengan sumber dana yang berasal dari Sinarmas, Dinas PU (BOP), dan Swadaya. Lokasi IPAL terletak di RT. 03/RW. 02 Kampung Kalibaru Kelurahan Purworejo Kecamatan Temanggungdengan koordinat 07°19'56,9" LS dan 110°10'26,5" BT. Jumlah pelanggan IPAL sebanyak 63 KK. Pematusan menggunakan irigasi non teknis.

3. Kelurahan Jurang Kecamatan Temanggung
Pengolahan limbah Kelurahan Jurang menggunakan IPAL Komunal yang dibangun pada tahun 2009. Jumlah pelayanan sistem sebanyak 80 KK. Kondisi fisik di sekitar yaitu tinggi muka air ± 1 m dengan tanah persawahan dan pematusan menggunakan sungai yang ada.
4. Kelurahan Banyuurip Kecamatan Temanggung
Pengolahan limbah Kelurahan Banyuurip menggunakan IPAL yang dibangun pada tahun 2012. Operasional pengolahan limbah Kelurahan Banyuurip ini dikelola oleh KSM Sehat Sejahtera. IPAL Kelurahan Banyuurip terletak di RW. 03 Kelurahan Banyuurip Kecamatan Temanggung dengan koordinat 07°18'44,8" LS dan 110°11'21,6" BT. Kondisi fisik di sekitar yaitu pematusan menggunakan sungai yang ada. 

5. Kelurahan Manding Kecamatan Temanggung
Pengolahan limbah Kelurahan Manding menggunakan IPAL Komunal yang dibangun pada tahun 2012. Terletak di RT. 03/ RW. 02 dan RT. 2,3/ RW. 01 dengan koordinat 07°18'47,5" LS dan 110°09'57,6" BT. Operasional pengolahan limbah Kelurahan Manding Kecamatan Temanggung ini dikelola oleh KSM Nirmala. Jumlah pelayanan sistem sebanyak 50 KK. Tinggi muka air tanah di sekitar ± 2 meter dan pematusan dengan sungai. Permasalahan yang ada yaitu akses jalan yang kurang baik dan banyak truk yang melewati area IPAL dikhawatirkan dapat menyebabkan IPAL pecah.

6. Kelurahan Sidorejo Kecamatan Temanggung
Pengolahan limbah Kelurahan Sidorejo Kecamatan Temanggung menggunakan IPAL Komunal yang dibangun pada tahun 2014. Terletak di RT. 01,03,04/ RW. 01 Kelurahan Sidorejo dengan koordinat 07°17'48,9" LS dan 110°10'26.3" BT. Operasional pengolahan limbah Kelurahan Sidorejo ini dikelola oleh KSM Maju Sehat. Jumlah pelayanan sistem sebanyak 60 KK dan 1 komplek pondok. Tinggi muka air tanah di sekitar ± 2 meter dan pematusan dengan irigasi non teknis. 

7.Dusun Coyudan, Kelurahan Parakan Kauman, Kecamatan Parakan
Pengolahan limbah Dusun Coyudan Kecamatan Parakan menggunakan IPAL Komunal yang dibangun pada tahun 2009 dengan sumber pendanaan APBD Provinsi. Operasional pengolahan limbah Dusun Coyudan ini dikelola oleh KSM Beriman dengan koordinat 07°16'51,0" LS dan 110°05'53,2" BT. Jumlah pelayanan sistem sebanyak 90 KK. 

8. Kelurahan Parakan Kauman Kecamatan Parakan
Pengolahan limbah Kelurahan Parakan Kauman Kecamatan Parakan menggunakan IPAL Komunal yang dibangun pada tahun 2009 dengan sumber pendanaan APBD Provinsi. Operasional pengolahan limbah Kelurahan Parakan Kauman ini dikelola oleh KSM Al Barokah dengan koordinat 07°17'16,8" LS dan 110°05'45,6" BT.  Jumlah pelayanan sistem sebanyak 80 KK. Tinggi muka air tanah di sekitar ± 2 meter dengan tanah vulkanik dan pematusan dengan saluran drainase. Permasalahan yang ada yaitu belum dilakukan renovasi setelah adanya beberapa kerusakan.

9. Desa Parakan Wetan Kecamatan Parakan
Pengolahan limbah Desa Parakan Wetan Kecamatan Parakan menggunakan IPAL Komunal yang dibangun pada tahun 2013. Terletak di RT. 01-05/ RW. 010 Desa Parakan Wetan Kecamatan Parakan dengan koordinat 07°16'40,4" LS dan 110°05'13,0" BT. Operasional pengolahan limbah Desa Parakan Wetan ini dikelola oleh KSM Sehat Bersama.  Jumlah pelayanan sistem sebanyak 200 KK. Jumlah iuran per bulan adalah Rp. 3.000,-/KK. Tinggi muka air tanah di sekitar ± 50 meter dan pematusan dengan sungai. Permasalahan yang terjadi adalah IPAL yang pernah tersumbat karena kesalahan konstruksi.

10. Kelurahan Manggong Kecamatan Ngadirejo
Operasional pengolahan limbah Kelurahan Manggong ini dikelola oleh KSM Lancar. Pengolahan limbah Kelurahan Manggong Kecamatan Ngadirejo menggunakan IPAL yang dibangun pada tahun 2010. IPAL KSM Lancar terletak di RT. 05/ RW. 03 Dusun Gondang Manggong Kelurahan Manggong Kecamatan Ngandirejo dengan koordinat 07°14'35,9" LS dan 110°04'00,6" BT. Besaran iuran bulanan yaitu Rp. 2.000/ KK. Jumlah pelayanan sistem sebanyak 120 KK. Jenis tanah di sekitar IPAL yaitu tanah vulkanik dan pematusan menggunakan saluran drainase. Kebutuhan pengembangan adalah penyambungan saluran pada saluran rumah.

11. Desa Gondangwinangun Kecamatan Ngadirejo
Pengolahan limbah Desa Gondang Winangun Kecamatan Ngadirejo menggunakan dua IPAL yang dibangun pada tahun 2011. Operasional pengolahan limbah Desa Gondang Winangun ini dikelola oleh KSM Karya Nyata. IPAL KSM Karya Nyata terletak di koordinat 07°14'15,5" LS dan 110°03'20,4" BT.  Jumlah pelayanan sistem sebanyak 60 KK di IPAL 1 dan 40 KK di IPAL 2. Jenis tanah di sekitar IPAL yaitu tanah vulkanik dan pematusan menggunakan saluran drainase. 

12. Desa Ngadirejo Kecamatan Ngadirejo 
Pengolahan limbah Desa Ngadirejo Kecamatan Ngadirejo menggunakan IPAL yang dibangun pada tahun 2012. Operasional pengolahan limbah dikelola oleh KSM Ngudi Utomo. IPAL KSM Ngudi Utomo terletak di koordinat 07°13'58,5" LS dan 110°03'42,5" BT. Jumlah pelayanan sistem sebanyak 100 KK yang mencakup 1 RW atau 3 RT. Tinggi muka air tanah di sekitar IPAL yaitu ± 2-3 meter. Jenis tanah di sekitar IPAL yaitu tanah vulkanik dan pematusan menggunakan saluran irigasi. Permasalahan yang ada belum pernah dilakukan maintanance. 

13. Desa Ganduwetan Kecamatan Ngadirejo
Pengolahan limbah Desa Ganduwetan Kecamatan Ngadirejo menggunakan IPAL Komunal yang dibangun pada tahun 2014 dengan sumber dana yang berasal dari APBD. Terletak di RT. 01/ RW. 01 Dusun Nggaden Desa Ganduwetan Kecamatan Ngadirejo dengan koordinat 07°14'05,3" LS dan 110°04'05,7" BT. Operasional pengolahan limbah Desa Ganduwetan ini dikelola oleh KSM Lancar Sari. Jumlah pelayanan sistem sebanyak 200 KK. Jumlah iuran per bulan adalah Rp. 3.000/KK. Jarak dari badan air di sekitar ± 2 meter dan pematusan dengan saluran drainase.

14. Kelurahan Kranggan Kecamatan Kranggan
Pengolahan limbah Kelurahan Kranggan Kecamatan Kranggan menggunakan IPAL yang dibangun pada tahun 2011. Operasional pengolahan limbah Kelurahan Kranggan ini dikelola oleh KSM Manfaat. IPAL KSM Manfaat terletak di RT. 05/ RW. 04 Kelurahan Kranggan Kecamatan Kranggan dengan koordinat 07°20'38,7" LS dan 110°12'39,1" BT. Besaran iuran bulanan yaitu Rp. 2.000 /KK. Jumlah pelayanan sistem sebanyak 87 KK. Kondisi fisik di sekitar IPAL yaitu tinggi muka air tanah 20 meter dan pematusan menggunakan sungai. Permasalahan yang ada adalah perlu dilakukan penyedotan dan akses yang masih jalan setapak. Perlu dibuat jalan yang lebih baik.

15. Desa Ngropoh Kecamatan Kranggan
Pengolahan limbah Desa Ngropoh Kecamatan Kranggan menggunakan IPAL Komunal yang dibangun pada tahun 2014. Terletak di RT. 01/ RW. 01 Desa Ngropoh Kecamatan Kranggan dengan koordinat 07°20'55,9" LS dan 110°14'52,9" BT. Operasional pengolahan limbah Desa Ngropoh ini dikelola oleh KSM Jadi Bersih. Jumlah pelayanan sistem sebanyak 126 KK yang mencakup 4 RT, 1 Masjid, 1 Musholla, dan 1 komplek sekolah. Tinggi muka air tanah di sekitar ± 50 centimeter dan pematusan dengan sungai dan kebun. Jarak dari badan air adalah ± 120 meter. Kebutuhan pengembangan adalah Gesrep atau bak penangkap lemak dari rumah tangga.

16. Desa Candiroto Kecamatan Candiroto
Pengolahan limbah Desa Candiroto Kecamatan Candiroto menggunakan IPAL yang dibangun pada tahun 2011. Operasional pengolahan limbah Desa Candiroto ini dikelola oleh KSM Manunggal Karya. IPAL KSM Manunggal Karya terletak di Dusun Krajan Desa Candiroto Kecamatan Candiroto dengan koordinat 07°10'27,2" LS dan 110°04'01,1" BT. Jumlah pelayanan sistem sebanyak 80 KK yang mencakup 1 RW atau 4 RT. Tinggi muka air tanah diskitar IPAL yaitu ± 7-9 meter. Jenis tanah di sekitar IPAL yaitu tanah vulkanik dan pematusan menggunakan saluran drainase. Permasalahan yang ada adalah bau yang keluar, kemungkinan berasal dari bak kontrol dan belum pernah dilakukan pengecekan lumpur. Serta butuh dibuat SOP pemeliharaan IPAL.

17. Desa Bantir Kecamatan Candiroto
Pengolahan limbah Desa Bantir Kecamatan Candiroto menggunakan IPAL Komunal yang dibangun pada tahun 2013. Terletak di RT. 02/ RW. 02 Dusun Bantir Desa Batir Kecamatan Candiroto dengan koordinat 07°13'27,3" LS dan 110°02'27,8" BT. Operasional pengolahan limbah Desa Bantir ini dikelola oleh KSM Kenangan. Jumlah pelayanan sistem sebanyak 51 KK dengan cakupan 2 RW atau 5 RT. Tinggi muka air tanah di sekitar ± 5 meter dengan tanah vulkanik dan pematusan dengan saluran drainase. Permasalahan yang ada yaitu kurangnya kesadaran masyarakat sekitar untuk mempunyai WC.

18. Desa Morobongo Kecamatan Jumo
Pengolahan limbah Desa Morobongo Kecamatan Jumo menggunakan IPAL Komunal yang dibangun pada tahun 2013. Terletak di RT. 05/RW. 03 Dusun Belimbing Desa Morobongo Kecamatan Jumo dengan koordinat 07°13'42,8" LS dan 110°04'05,6" BT. Operasional pengolahan limbah Desa Morobongo  ini dikelola oleh KSM Sejahtera.  Jumlah pelayanan sistem sebanyak 50 KK. Tinggi muka air tanah di sekitar ± 2 meter dengan tanah vulkanik dan pematusan dengan sungai. Permasalahan yang ada yaitu pengembangan IPAL yang masih swadaya.

19. Desa Barang Kecamatan Jumo
Pengolahan limbah Desa Barang Kecamatan Jumo menggunakan IPAL Komunal yang dibangun pada tahun 2014. Terletak di Desa Barang Kecamatan Jumo dengan koordinat 07°13'46,1" LS dan 110°05'17,7" BT. Operasional pengolahan limbah Desa Barang ini dikelola oleh KSM Saras Sejati. Pematusan menggunakan saluran drainase. Jarak dari badan air adalah ± 1 meter. 

20. Desa Rejosari Kecamatan Wonoboyo
Pengolahan limbah Desa Rejosari Kecamatan Wonoboyo menggunakan IPAL Komunal yang dibangun pada tahun 2013. Terletak di RT.01/ RW.04 Dusun Pomahan Desa Rejosari Kecamatan Wonoboyodengan koordinat 07°12'44,2" LS dan 110°00'35,8" BT. Operasional pengolahan limbah Desa Rejosari ini dikelola oleh KSM Lestari. Jumlah pelayanan sistem sebanyak 89 KK yang mencakup 1 dusun dan 1 komplek pondok. Tinggi muka air tanah di sekitar ± 35 meter dengan tanah vulkanik dan pematusan dengan irigasi non teknis. Jarak dari badan air adalah ± 25 meter. Permasalahan yang ada yaitu bau yang keluar dari IPAL dan adanya sampah plastik dan pembalut.

21. Desa Tanjungsari Kecamatan Tlogomulyo
Pengolahan limbah Desa Tanjungsari Kecamatan Tlogomulyo menggunakan IPAL Komunal yang dibangun pada tahun 2014. Terletak di RT. 01,02/ RW.03 Desa Tanjungsari Kecamatan Tlogomulyo dengan koordinat 07°20'04,7" LS dan 110°09'26,8" BT. Operasional pengolahan limbah Desa Tanjungsari ini dikelola oleh KSM Lancar Manunggal. Jumlah pelayanan sistem sebanyak 100 KK yang mencakup 2 RT, 1 RW. Jumlah iuran per bulan adalah Rp. 7.500/KK. Tinggi muka air tanah di sekitar ± 50 meter dan pematusan dengan sungai. Permasalahan yang terjadi adalah area IPAL yang kotor.

22. Desa Kemloko Kecamatan Tembarak
Pengolahan limbah Desa Kemloko Kecamatan Tembarak menggunakan IPAL Komunal yang dibangun pada tahun 2014. Terletak di Dusun Prampelan 1 dengan koordinat 07°21'58,3" LS dan 110°08'38,0" BT. Operasional pengolahan limbah Desa Kemloko ini dikelola oleh KSM Anugerah Sejati.  Jumlah pelayanan sistem sebanyak 98 KK. Tinggi muka air tanah di sekitar ± 20 meter dan pematusan dengan sungai. Jarak dari badan air adalah ± 50 meter. Permasalahan yang terjadi adalah akses jalan yang sempit yang digunakan untuk penyedotan lumpur tinja.

23. Desa Danurejo Kecamatan Kedu
Pengolahan limbah Desa Danurejo Kecamatan Kedu menggunakan IPAL Komunal yang dibangun pada tahun 2014. Terletak di RT. 01-02/ RW.07 Desa Danurejo dengan koordinat 07°16'59,9" LS dan 110°08'31,5" BT. Operasional pengolahan limbah Desa Danurejo ini dikelola oleh KSM Sido Lancar. Jumlah pelayanan sistem sebanyak 89 KK. Iuran per bulan sebesar Rp. 2.000/KK. Tinggi muka air tanah di sekitar ± 1 meter dan pematusan dengan kebun.

Agenda Bappeda