Bappeda Kabupaten Temanggung

BAPPEDA Kabupaten Temanggung
Satu Perencanaan Untuk Semua
Tentrem Marem Gandem
One Plan For All
Klaster Naungan FEDEP

Klaster Naungan FEDEP

PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN Senin , 14 November 2016

Pembentukan Forum for Economic Development and Employment Promotion (FEDEP) atau Forum Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL)  dilatarbelakangi oleh studi UMKM yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan GTZ – Lembaga Teknis Jerman pada Tahun 1998. Studi tentang kondisi dan permasalahan yang dihadapi UMKM di Jawa Tengah tersebut antara lain menghasilkan beberapa temuan sebagai berikut :

1. Kegiatan PEL masih dilakukan secara sporadik dan lembaga-lembaga yang mendukung pemberdayaan UMKM tidak terkoordinasi dengan baik;

2. Dukungan dari lembaga-lembaga kurang tepat sasaran karena tidak sesuai dengan kebutuhan UMKM (not demand oriented support);

3. Program PEL belum berkelanjutan;

4. Partisipasi masyarakat dalam pengembangan ekonomi lokal masih rendah.

Temuan-temuan tersebut mendasari munculnya kebutuhan untuk melembagakan diskusi para pemangku kepentingan (stakeholder) pada tingkat kab/kota untuk mendukung PEL. Kebutuhan ini direalisasikan dengan membentuk Forum Dialog PEL, dengan nama FEDEP. Keberadaan FEDEP antara lain bertujuan untuk mengatasi masalah-masalah yang ditemukan. Di dalam forum ini terdapat unsur-unsur pelaku usaha (swasta), pemerintah, serta Community Social Organization (CSO)/organisasi sosial masyarakat,  yang berkedudukan sebagai think-thank

FEDEP merupakan forum dialog untuk pengembangan ekonomi dan perluasan lapangan kerja di daerah. Forum ini adalah forum kemitraan terlembaga bagi para pelaku ekonomi di daerah yang relevan, bertujuan untuk mempercepat pembangunan ekonomi daerah melalui pemberian saran dan arahan kebijakan tentang usaha-usaha/kegiatan bersama berbasis potensi lokal.

 Dalam pelaksanaan kegiatannya, FEDEP memfasilitasi organisasi dan individu dari sektor pemerintah maupun  swasta dalam mensinergikan program pengembangan ekonomi lokal di daerah agar lebih optimal, terpadu dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

FEDEP bukan badan pelaksana pembangunan melainkan organisasi wadah yang berfungsi mengelola sumberdaya lokal melalui forum diskusi dan dialog. Hasil kegiatan FEDEP adalah rekomendasi untuk pengembangan ekonomi lokal di daerah, agar dapat direalisasikan oleh pihak-pihak yang mempunyai tupoksi dan tanggungjawab pada sektor terkait.

Forum FEDEP pertama kalinya dibentuk di 6 (enam) Kabupaten/Kota yang menjadi pilot project, yaitu Kabupaten Jepara, Cilacap, Pati, Klaten, Wonosobo, dan Kota Pekalongan. Pada tahun-tahun berikutnya FEDEP terus berkembang hingga terbentuk di 35 Kabupaten/Kota di seluruh  Jawa Tengah pada Tahun 2010.

FEDEP Kabupaten Temanggung dibentuk dengan tujuan untuk mengupayakan pemberdayaan masyarakat melalui tindakan terpadu yang berbasis pada ekonomi kerakyatan yang menitikberatkan pada sektor pertanian, industri, pariwisata, ketenagakerjaan serta pendidikan. mengembangkan jaringan strategis dalam rangka penguatan ekonomi kerakyatan melalui pendayagunaan dan pemasyarakatan inovasi dan teknologi serta untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas SDM yang mampu menciptakan lapangan kerja. Pendekatan Program FEDEP adalah pengembangan UMKM melalui pendekatan KLASTER (berbasis kewilayahan). Komitmen para anggota FEDEP dalam mengupayakan rekomendasi menjadi kegiatan merupakan kunci keberhasilan bagi keberlanjutan kegiatan FEDEP.

 

Program pengembangan ekonomi di Kabupaten Temanggung diarahkan pada suatu kawasan-kawasan cepat tumbuh/strategis. Hal ini mengandung arti bahwa suatu kawasan yang mempunyai keunggulan komparatif akan menjadi sasaran pengembangan. Pendekatan melalui kawasan tidak terlepas dari pengembangan produk-produk unggulan yang ada di kawasan tersebut. Produk unggulan yang dianggap menonjol di Kabupaten Temanggung adalah produk kopi. Sedangkan di sektor industri terfokus pada industri genteng dan batu bata, aneka makanan ringan dan batik.

 

Pada awal pembentukan FEDEP di Kabupaten Temanggung, terdapat 4 klaster UMKM yaitu klaster kopi, tanah liat, batik dan makanan ringan. Seiring berjalannya waktu, klaster – klaster usaha yang lain juga telah didirikan yaitu kerajinan tangan dan hortikultura.

Klaster – klaster yang telah terbentuk dalam wadah FEDEP akan disajikan pada tulisan selanjutnya.

Agenda Bappeda