BAPPEDA KABUPATEN TEMANGGUNG

BAPPEDA Kabupaten Temanggung
Satu Perencanaan Untuk Semua
Tentrem Marem Gandem
One Plan For All
MASALAH KESEHATAN DI KABUPATEN TEMANGGUNG TAHUN 2015

MASALAH KESEHATAN DI KABUPATEN TEMANGGUNG TAHUN 2015

KESEHATAN Selasa , 09 Agustus 2016

Kesehatan, sederhana tapi mahal harganya. Coba dibayangkan, ketika hidung tersumbat sedikit dan kepala berat atau pening, banyak dari kita sudah mengeluh. Kadang juga kita lupa bersyukur sudah diberi anugerah kesehatan yang sangat luar biasa dari Tuhan. Bagaimana dengan saudara-saudara kita yang menderita sakit keras? Sangat tidak bisa dibayangkan bagaimana rasanya, dan semoga tidak terjadi pada kita semua.

Kabupaten Temanggung, yang notabene sebagai sebuah distrik prulal, terbagi menjadi beberapa daerah, dari daerah pegunungan, dataran tinggi, daerah yang masih hijau ada pula yang sudah gersang, daerah yang berpenghuni padat ada pula yang masih lengang daerahnya. Di Temanggung penyakit pun sudah mulai beragam. Mulai dari penyakit yang diderita oleh orang tua, dewasa, bahkan anak-anak, pada laki-laki maupun perempuan. Penyakit ringan maupun berat, sudah mulai banyak ditemui di Temanggung.

Hal ini diperkuat dengan data yang diperoleh dari 4 (empat) Rumah Sakit yang ada di Temanggung, yaitu RSUD Kabupaten Temanggung, RS Gunung Sawo, RSU PKU Muhammadiyah, dan RSK Ngesti Waluyo dalam Buku Statistik Kabupaten Temanggung Tahun 2015, 2014, dan 2013, bahwa penyakit yang paling banyak diderita Warga Temanggung sampai rawat jalan saja adalah Hipertensi atau tekanan darah tinggi, sedangkan sampai rawat inap adalah Gastroenteritis atau flu perut/flu lambung.

Pada Buku Statistik dalam 3 (tiga) tahun terakhir terdapat data yang bersumber dari 4 (empat) rumah sakit tersebut diatas, selama 3 (tiga) tahun cukup fluktuatif. Pada kasus penyakit Hipertensi, tahun 2013 lebih banyak diderita oleh perempuan dengan persentase 54 % dari total penyakit Hipertensi yang diderita selama tahun 2013. Tahun 2014, Hipertensi masih banyak diderita oleh kaum perempuan mencapai 58 %, sedangkan tahun 2015, 59 % dari jumlah penderita Hipertensi diderita oleh perempuan.

Penderita Gastroenteritis didominasi oleh kaum laki-laki selama 3 (tiga) tahun terakhir. Pada tahun 2013, penyakit Gastroenteritis diderita oleh 1.744 orang dari jumlah pasien yang rawat inap sejumlah 8.255 orang di 4 (empat) Rumah Sakit di Kabupaten Temanggung. Sedangkan tahun 2014, diderita oleh sebanyak 2.046 orang dari 11.755 orang pasien rawat inap, dan 1.728 orang dari 10.557 orang pasien rawat inap di 4 (empat) Rumah Sakit di Kabupaten Temanggung.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi kronis dimana tekanan darah pada dinding arteri meningkat. Salah satu cara mengetahui apakah hipertensi atau tidak yaitu dengan mengukur tekanan darah. Hipertensi dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain : berusia lanjut, mengonsumsi banyak garam, obesitas, keturunan, kurang makan buah dan sayuran, pola hidup yang tidak sehat, terlalu banyak minum kopi atau minuman berkafein, dan terlalu banyak mengonsumsi minuman keras. 

Sebagai upaya menanggulangi hipertensi, kita wajib menjaga pola makan dan pola hidup kita. Makan makanan yang bergizi, istirahat yang cukup, menjaga berat badan, dan olahraga yang teratur. Akan tetapi, resiko hipertensi juga dapat karena faktor genetik.

Gastroenteritis atau flu perut lebih banyak menjangkit di negara berkembang, Gastroenteritis biasanya disertai dengan diare, muntah dan kejang perut. Gejala biasanya muncul 12-72 jam setelah terjangkit penginfeksi tubuh. Penyebabnya dapat berupa virus, bakteri, dan parasit. Gejala yang ditimbulkan oleh masing-masing penginfeksi berbeda-beda, yang paling lama apabila diinfeksi oleh bakteri.

Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan memperbaiki gaya dan pola hidup. Lebih peduli terhadap lingkungan sekitar kita, pasokan air dan sanitasi. Juga peduli terhadap tubuh kita, seperti mencuci tangan dengan baik dan benar, ikut imunisasi, dan mandi teratur. Rehidrasi merupakan langkah penanganan utama yang dapat dilakukan kita sewaktu-waktu mengalami gastroenteritis dirumah. 

Akhirnya, kita wajib sadar akan pentingnya sebuah kesehatan. Mari lindungi diri kita sebelum sakit. (Lra/Stl.)

Agenda Bappeda