Oleh : Ir. Sri Hariyani,
M.Si.
Perencana Madya Bappeda
Kabupaten Temanggung
Musyawarah
Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kecamatan adalah forum musyawarah
tahunan para pemangku kepentingan/stakeholders di tingkat kecamatan untuk
mendapatkan masukan mengenai kegiatan prioritas pembangunan di wilayah
kecamatan terkait yang didasarkan pada masukan dari hasil Musrenbang
kelurahan, serta menyepakati rencana kegiatan lintas kelurahan di
kecamatan yang bersangkutan.
Musrenbang
Kecamatan Tahun 2017 di Kabupaten Temanggung dikatakan berhasil apabila usulan
prioritas M1, M2, dan M3 di Bidang I, II, dan III semuanya masuk ke RKPD
(Rencana Kerja Pembangunan Daerah) Tahun 2018. Hal inilan yang diharapkan oleh
masyarakat karena usulan mereka bisa tertampung dalam RKPD.
Untuk mengetahui
hasil Musrenbang Kecamatan perlu adanya analisis dan pencermatan data usulan
prioritas Kecamatan dengan RKPD Tahun 2018. Setelah dilaksanakan Forum
Perangkat Daerah maka dapat dinilai atau dianalisa kesesuaian usulan prioritas
dengan RKPD. Apabila usulan dari masing-masing Kecamatan masuk ke dalam RKPD
maka usulan dari Kecamatan dianggap baik. Diharapkan dari semua usulan prioritas
dari hasil Musrenbang Kecamatan semuanya masuk ke dalam Program dan Kegiatan
RKPD dengan kata lain sinergis antara usulan dengan RKPD.
Musrenbang
merupakan forum Koordinasi perencanaan pembangunan yang dimaksud sebagi wadah
untuk menginformasikan dan memperoleh umpan balik dari para pemangku
kepentingan terhadap rancangan RKPD Tahun 2018 dan usulan kegiatan Perangkat
Daerah (PD) di lingkungan pemerintah Kabupaten Temanggung. Dan diharapkan
penyusunan perencanaan pembangunan Kabupaten Temanggung Tahun Anggaran 2018
merupakan hasil penyerasian perencanaan bawah atas (Bottom-up) dengan
perencanaan atas bawah (Top-down).
Musyawarah Bidang dibagi 3 yaitu : Bidang I Infrastruktur yang diusulkan ke Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Dinas Komunikasi
dan Informatika, serta Dinas Perhubungan, Bidang II Ekonomi dan
Sumber Daya Alam yang diusulkan ke Dinas Pertanian dan
Ketahanan Pangan, Dinas Perikanan dan Peternakan, Dinas Perindustrian
Perdagangan Koperasi, UKM, dan Dinas Lingkungan Hidup, dan Bidang III Pembangunan
Manusia yang diusulkan ke Dinas Pendidikan
Pemuda dan Olahraga, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan
Masyarakat Desa, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Kearsipan dan
Perpustakaan, Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah.
Setelah Musrenbang
Kecamatan selesai, dilaksanakan Forum Perangkat Daerah untuk mensinergikan
prioritas program dan kegiatan pembangunan hasil Musrenbang RKPD di Kecamatan
dengan Rancangan Renja-Perangkat Daerah, menyusun prioritas program dan
kegiatan dalam Renja-Perangkat Daerah serta alokasi pagu indikatif dengan
mengacu pada dokumen rancangan awal RKPD, mempertajam target program dan
kegiatan Perangkat Daerah Kabupaten sesuai dengan tugas dan fungsi Perangkat
Daerah; dan menyepakati isu strategis dan permasalahan pembangunan.
Keselarasan antara
hasil Musrenbang Kecamatan dengan RKPD, dapat diambil kesimpulan antara lain :
1.
Secara keseluruhan usulan kegiatan prioritas M1,
M2, dan M3 yang diusulkan ke Bidang I, Bidang II, dan Bibang III hasil Musrenbang Kecamatan dapat disimpulkan
sebagai berikut :
NO |
JUMLAH KEGIATAN YANG MASUK |
KETERANGAN |
1 |
9 kegiatan (100 %) |
Ada 8 Kecamatan : Temanggung, Parakan, Candiroto,
Kranggan, Selopampang, Bansari, Kledung dan Gemawang. |
2 |
8 kegiatan (89 %) |
Ada 7 Kecamatan : Pringsurat, Kandangan, Kedu, Jumo,
Tretep, Bejen, dan Wonoboyo. |
3 |
7 kegiatan (78 %) |
Ada 1 Kecamatan : Ngadirejo. |
4 |
6 kegiatan (67 %) |
Ada 3 Kecamatan : Bulu, Tembarak, dan Kaloran. |
5 |
4 kegiatan (44 %) |
Ada 1 Kecamatan : Tlogomulyo |
2.
Jumlah usulan kegiatan keseluruhan ada 180
kegiatan.
3.
Jumlah usulan kegiatan yang masuk ke APBD II ada
157 kegiatan (87 %).
4.
Rekap Jumlah usulan dana keseluruhan Rp.
130.488.980.000,-
5.
Rekap Jumlah usulan dana yang masuk Rancangan
RKPD Rp. 113.654.780.000,- (87 %)
6.
Dari Daftar Usulan Prioritas hasil Musrenbang
Kecamatan dapat disimpulkan sebagai berikut :
1)
BIDANG I : INFRASTRUKTUR
NO. |
JUMLAH KEGIATAN YANG MASUK |
KETERANGAN |
1 |
M1, M2, dan M3 (100 %) |
Ada 19 Kecamatan : Bulu, Temanggung, Pringsurat,
Kaloran, Kandangan, Kedu, Parakan, Ngadirejo, Jumo, Tretep, Candiroto,
Kranggan, Tlogomulyo, Selopampang, Bansari, Kledung, Bejen, Wonoboyo, dan
Gemawang. |
2 |
Dua kegiatan
(67 %) |
Ada 1 Kecamatan : Tembarak |
|
|
Yang tidak masuk : Kecamatan Tembarak (M2), usulan
Rehap Pasar Gondang (masuk APBN). |
2)
BIDANG II : EKONOMI dan SDA
NO. |
JUMLAH KEGIATAN YANG MASUK |
KETERANGAN |
1 |
M1, M2, dan M3 (100 %) |
Ada 15 Kecamatan : Bulu, Tembarak, Temanggung,
Pringsurat, Kaloran, Parakan, Jumo,
Candiroto, Kranggan, Selopampang, Bansari, Kledung, Bejen, Wonoboyo,
dan Gemawang. |
2 |
Dua kegiatan
(67 %) |
Ada 4 Kecamatan : Kandangan, Kedu, Ngadirejo, dan
Tretep. |
|
|
Yang tidak masuk : Kecamatan Kandangan (M1), usulan
Pembangunan los dan kios Pasar Desa, Desa Kandangan, Kecamatan Kedu (M2),
usulan Pengadaan air bersih, Desa Kedu, Kecamatan Ngadirejo (M3), usulan
Pembangunan dan Pengelolaan Pasar desa dan Kios desa, Desa Karanggedong,
Kecamatan Tretep (M1), usulan Pengembangan Desa Wisata lokasi desa Simpar,
tidak ada dalam Peraturan Bupati. |
3 |
Tidak ada yang masuk (0 %) |
Ada 1 Kecamatan : Tlogomulyo, dengan usulan kegiatan
M1. Pembangunan Jalan Usaha Tani Luwok, Dusun Tempuran RT 04 RW 01; M2.
Pembangunan Sumur Resapan (Penadah Air Hujan), Dsn. Lobang RT 02 RW 02 dan Sabrangan RT 04 RW 05; M3.
Pembangunan Irigasi (Langgeng)
(Pematah Air Hujan) |
4 |
|
|
3)
BIDANG III : SDM
NO. |
JUMLAH KEGIATAN YANG MASUK |
KETERANGAN |
1 |
M1, M2, dan M3 (100 %) |
Ada 11 Kecamatan : Temanggung, Kedu, Kandangan,
Parakan, Tretep, Candiroto, Kranggan, Selopampang, Bansari, Kledung, dan Gemawang. |
2 |
Dua kegiatan
(67 %) |
Ada 5 Kecamatan : Pringsurat, Ngadirejo, Jumo,
Bejen, Wonoboyo. |
|
|
Yang tidak masuk : Kecamatan Pringsurat (M3), usulan
Pembangunan Sumur Resapan (salah masuk bidang), Kecamatan Ngadirejo (M2),
usulan sudah masuk Tahun 2017, Kecamatan Jumo (M1), usulan sudah masuk Tahun
2017, Kecamatan Bejen (M1),usulan Peningkatan Kapasitas Pariwisata Curug Onje
(status tanah milik Perhutani), Kecamatan Wonoboyo (M2) usulan Pembangunan
Sarpras Olah Raga (Lapangan Sepakbola). |
3 |
Satu kegiatan
(33 %) |
Ada 2 Kecamatan : Tembarak, Tlogomulyo, |
|
|
Yang tidak masuk : Kecamatan Tembarak : (M1), usulan
sudah masuk Tahun 2017, (M3) usulan Operasional TPQ, tidak ada pos di Kesra;
Kecamatan Tlogomulyo (M2), usulan Pembangunan Jamban RTM (Tlilir) Dusun Tlilir dan Dusun Kiyayu (tidak fokus), (M3)
Pemugaran RTLH (Candisari), Dusun Plekoran, Gopakan dan Kregan (Candisari),
tidak fokus. |
4 |
Tidak ada yang masuk (0 %) |
Ada 2 Kecamatan : Bulu dan Kaloran |
|
|
Yang tidak masuk : Kecamatan Bulu : (M1)
Pembangunan/betonisasi jalan Usaha tani, Desa Pakurejo, (M2) Pengadaan
Alsintan Peningkatan SDM (Alat Pertanian cultivator), Desa Bansari, (M3)
Pengadaan Ternak sapi/Domba dan peningkatan SDM, Desa Mondoretno, M1, M2, dan
M3 Kecamatan Bulu tidak masuk karena salah masuk bidang; Kecamatan Kaloran :
(M1) Pembangunan Wisata Curug Kuwung (Pembangunan jalan, senderan/talud dan
pagar atau tralis),(M2) Pembangunan Desa Wisata Religius Watu Payung
(Pembangunan jalan, senderan/talud, pagar, jalan dan gedung tanpa tembok),
(M3) Membangun Rawa Sendang Sari sebagai Tempat Wisata Edukasi, Out Bond,
Pemancingan Alam Rowo Sendang Sari (Jalan dan Talud batas Rawa). M1, M2, dan
M3 Kecamatan Kaloran tidak masuk karena status tanah milik Perhutani. |
Demikianlah potret
hasil Musrenbang Kecamatan yang masuk RKPD, semoga dengan hasil ini dapat
sebagai pemicu untuk perbaikan usulan ke depan sesuai dengan kebutuhan dan
kewenangan serta lokasinya penerima
manfaat lebih fokus. Hal inilah yang akan membuat Musrenbang Kecamatan lebih
bersemangat